
DEMO KPU di hari penetapan hasil akhir KPU selalu terjadi, pendukung yang merasa dicurangi datang bergerombol di sekitar kantor KPU, berusaha sedekat mungkin tapi terhalang barrier di kedua sisi jalan, berlapis-lapis, disekitanya dipenuhi gulungan kawat duri yang meliuk-liuk, di bagian dalam, jejeran polisi berbaris rapat jadi pagar hidup penghalang massa. Sulit ditembus.
Massa datang secara bergerombol dengan aksesori demo membawa spanduk dan bendera-bendera, yel yel diteriakkan sebagai penyemangat.
Mobil komando dengan beberapa toa besar memekakkan telinga. Mobil komando berfungsi juga sebagai panggung orasi. Tokoh-tokoh gantian orasi, hampir semua senada berisi rasa kecewa dan amarah serta makian kepada KPU dan pemerintah yang dianggap lakukan kecurangan.
Demo KPU adalah klimaks dari pesta demokrasi Pemilu, semua seakan menantikan pertunjukan apa yang akan terjadi di puncak acara pesta demokrasi. Orasi, puisi dan lagu perjuangan mengisi acara demo. Asap hitam dari ban bekas yg terbakar bercampur asap merah tebal dengan percikan kembang api dari flare yang dibakar menambah keseruan suasana. Demo yang semarak.
Aksi saling dorongan antara pedemo dengan polisi, ketika pedemo memaksa makin mendekat ke kantor KPU. Polisi sedapat mungkin tidak terpancing ulah pedemo. Makin mendekati akhir demo makin menegangkan, ketika pedemo diminta akhiri demo karena mulai tidak kondusif dan mengganggu kepentingan umum atau waktu demo sudah habis sesuai izin yang diberikan aparat.
Ada kelompok pedemo menganut paham, kurang “afdal” demo kalau tidak bentrok dengan petugas. Terdengar heroik dan berani. Ada pedemo yang bersungguh-sungguh mau mengukir nama lewat aksi demo, berharap demo jadi besar dan jadi tercatat dalam sejarah pergolakan bangsa, seperti tokoh pergolakan di masa lalu yang lahir dari demonstrasi.
Demo KPU adalah bumbu-bumbu demokrasi, tanpa demo Pemilu terasa hambar, pedemo harus dihadapi dengan bijak, tidak berlebihan atau pun dengan kekerasan karena pedemo dan demo adalah bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat yang tetap harus ditumbuhkan sebagai simbol perjuangan sekaligus sosial kontrol kepada KPU dan Pemerintah.
Demo KPU, tetap jaga kesehatan, keamanan dan keselamatan orang lain dan diri sendiri, hindari gunakan benda yang dapat melukai diri sendiri atau petugas. Demo tetap harus beradab tidak anarkis, karena demokrasi dan demonstrasi adalah kehidupan kita yang hari demi hari berharap harus lebih baik.
Salam demonstran.
By Amirullah Tahir